Heilove – Your Window to the World of News

An online news portal delivering the latest updates accessible to everyone around the world

Heilove – Your Window to the World of News

An online news portal delivering the latest updates accessible to everyone around the world

NEWS

Nvidia Siapkan Chip AI Baru, OpenAI Jadi Pengguna Pertama


Jakarta, CNN Indonesia

Nvidia Corp dilaporkan tengah menyiapkan prosesor inferensi khusus yang digadang-gadang akan menjadi senjata baru dalam persaingan industri kecerdasan buatan (AI).

Laporan The Wall Street Journal, Jumat (27/2), menyebut chip tersebut akan digunakan oleh OpenAI dan sejumlah perusahaan AI lain untuk menghadirkan model yang lebih cepat dan efisien.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Platform inferensi anyar ini diperkirakan diperkenalkan dalam konferensi pengembang tahunan GTC Nvidia di San Jose pada akhir bulan ini. Chip tersebut akan mengintegrasikan teknologi yang dilisensikan dari startup chip Groq Inc., yang diakuisisi teknologinya secara non-eksklusif oleh Nvidia pada Desember lalu melalui kesepakatan senilai US$20 miliar (sekitar Rp337 triliun).





Melansir Siliconangle, dalam perjanjian itu Nvidia juga merekrut CEO pendiri Groq, Jonathan Ross, serta Presidennya, Sunny Madra, yang disebut-sebut sebagai salah satu “acquihire” terbesar dalam sejarah Silicon Valley.

Inferensi merujuk pada proses menjalankan model AI yang telah dilatih ke tahap produksi. Area ini kini menjadi fokus utama industri, karena menentukan seberapa cepat dan hemat biaya model dapat digunakan dalam aplikasi nyata, mulai dari chatbot hingga agen AI otonom.

Langkah Nvidia hadir di tengah meningkatnya tekanan kompetitif. Raksasa teknologi seperti Google LLC dan Amazon Web Services Inc. telah mengembangkan chip inferensi khusus untuk menyaingi dominasi GPU Nvidia.

Sementara itu, startup seperti Cerebras Systems Inc. dan SambaNova Systems Inc. juga agresif menawarkan alternatif yang diklaim lebih hemat energi dan lebih cepat untuk beban kerja inferensi.

OpenAI disebut telah mendapatkan akses awal ke chip baru Nvidia dan akan menjadi salah satu pengadopsi pertamanya. Hal ini dinilai sebagai kemenangan strategis bagi Nvidia, mengingat OpenAI sebelumnya aktif mencari alternatif GPU yang lebih efisien untuk mendiversifikasi infrastruktur komputasinya.

Bahkan, bulan lalu OpenAI meneken kontrak miliaran dolar dengan Cerebras untuk memanfaatkan chip inferensi berukuran besar yang diklaim lebih unggul dalam tugas tertentu.

Namun, komitmen OpenAI terhadap Nvidia tetap kuat. Pekan lalu, perusahaan AI tersebut menerima pendanaan senilai US$30 miliar (sekitar Rp505 triliun) dari Nvidia, menegaskan kembali hubungan erat keduanya di tengah upaya diversifikasi teknologi.

GPU Nvidia selama ini dikenal mampu menjalankan miliaran proses secara paralel, menjadikannya tulang punggung pelatihan model AI. Meski Nvidia menegaskan GPU-nya efektif untuk pelatihan dan inferensi, banyak pelaku industri menilai konsumsi energinya relatif tinggi, sehingga kurang efisien untuk aplikasi seperti agen AI yang beroperasi secara otonom dan berkelanjutan.

Teknologi Groq yang akan diintegrasikan ke dalam chip baru Nvidia dikenal berbasis “unit pemrosesan bahasa” dengan arsitektur inovatif yang memungkinkan inferensi berdaya rendah. Meski demikian, Nvidia belum merinci bagaimana teknologi tersebut akan diimplementasikan dalam produk barunya.

Chip inferensi rahasia ini dilaporkan akan mendukung pengembangan alat pemrograman Codex milik OpenAI, yang diposisikan sebagai pesaing Claude Code besutan Anthropic PBC. Aplikasi pemrograman kini menjadi salah satu segmen paling menjanjikan dalam AI generatif, sekaligus arena persaingan sengit antarperusahaan.

Di sisi lain, Nvidia juga mendorong penggunaan CPU Grace sebagai alternatif untuk beban kerja inferensi tertentu. Bahkan, Meta Platforms Inc. bulan lalu menjadi perusahaan pertama yang berkomitmen menjalankan deployment CPU-only secara signifikan untuk mendukung agen penargetan iklannya.

Dengan peluncuran chip inferensi baru ini, Nvidia tampaknya tak hanya mempertahankan dominasinya di era pelatihan model AI, tetapi juga berupaya merebut panggung utama dalam fase inferensi area yang kini menjadi medan tempur baru industri kecerdasan buatan global.

(wpj/dmi)

[Gambas:Video CNN]